Menghitung Hari Kiamat: Teori, Perumpamaan, dan Hakikat yang Sebenarnya
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu,
Ramalan Kiamat dan Hakikat Ilmu Tentangnya
Hai sobat blogger, di tengah derasnya arus informasi, kita sering mendengar berbagai ramalan tentang kapan terjadinya kiamat. Salah satu yang sempat menghebohkan dunia adalah ramalan Suku Maya tentang berakhirnya “Great Cycle” pada 21 Desember 2012. Tak sedikit pula yang merujuk pada ramalan Nostradamus atau Michel de Nostredame, peramal terkenal asal Prancis. Dalam bukunya yang berjudul Les Propheties yang terbit tahun 1555, ia pernah menyinggung tentang datangnya “raja teror dari langit” pada Juli 1999. Namun, sebagaimana kita saksikan, semua ramalan tersebut tidak pernah terbukti. Banyak prediksi lain bermunculan, tetapi pada akhirnya hanya menimbulkan keresahan tanpa kepastian. Lantas, apakah kiamat benar-benar dapat diramalkan? Mari kita telaah bersama dengan jernih dan hati yang terbuka.
Pendapat Ulama Tentang Usia Umat
Saat artikel ini ditulis pada 02 Maret 2026 (13 Ramadhan 1447 Hijriyah), perbincangan tentang usia dunia dan umat manusia masih terus menjadi bahan diskusi. Dalam literatur Islam, pernah dinukil pendapat dari Imam As-Suyuthi yang menyebutkan bahwa usia umat ini sekitar 1500 tahun. Namun, jika dihitung secara tekstual, pernyataan tersebut tidak dapat dijadikan kepastian waktu kiamat. Apabila benar usia umat hanya 1500 tahun, maka dari tahun 1447 Hijriyah tersisa sekitar 53 tahun lagi. Padahal, dalam berbagai riwayat disebutkan rangkaian peristiwa besar sebelum kiamat sebagai berikut:
- Peperangan besar di Jazirah Arab selama tujuh tahun.
- Masa kepemimpinan Imam Mahdi selama tujuh tahun.
- Berkurangnya hujan selama tiga tahun.
- Turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam yang hidup di bumi selama tujuh tahun.
- Dihembuskannya angin lembut yang mematikan kaum mukminin, lalu manusia hidup seratus tahun setelahnya.
- Terbitnya matahari dari barat dan manusia masih hidup sekitar 120 tahun sesudahnya.
Jika dirangkai, rentang waktu tersebut mencapai kurang lebih 244 tahun (7+7+3+7+100+120) sejak tanda-tanda besar mulai muncul. Sementara hingga kini, Nabi Isa belum turun, angin lembut belum berhembus, dan matahari belum terbit dari barat. Maka, anggapan bahwa usia dunia hanya tersisa 55 tahun jelas tidaklah masuk akal.
Ilmu Kiamat Hanya di Sisi Allah
Hakikatnya, pengetahuan tentang hari kiamat adalah perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala. Tidak ada malaikat yang didekatkan, tidak pula nabi yang diutus, yang mengetahui kapan tepatnya kiamat akan terjadi.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا
“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah’. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al-Ahzab: 63)
Dalam hadits Jibril yang panjang, ketika Malaikat Jibril ‘alaihissalam bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat, beliau menjawab:
مَا الْمَسْئُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ.
“Orang yang ditanya tentangnya tidak lebih tahu daripada orang yang bertanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, bahkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mengetahui waktu terjadinya kiamat. Demikian pula Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, meskipun beliau akan turun menjelang kiamat sebagai salah satu tanda besar, tetap tidak mengetahui kapan tepatnya hari itu tiba.
Diriwayatkan pula bahwa pada malam Isra’, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan Nabi Ibrahim, Musa, dan ‘Isa ‘alaihimussalam. Ketika mereka saling membicarakan tentang kiamat, masing-masing menyerahkan pengetahuan tentang waktunya kepada yang lain hingga disimpulkan bahwa tidak seorang pun mengetahui kapan terjadinya kecuali Allah.
Al-Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan, demikian pula Ibnu Majah dan al-Hakim dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لَقِيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ إِبْرَاهِيْمَ وَمُوْسَـى وَعِيْسَى، قَالَ: فَتَذَاكَرُوا أَمْرَ السَّاعَةِ، فَرَدُّوا أَمْرَهُمْ إِلَى إِبْرَاهِيمَ فَقَالَ: لاَ عِلْمَ لِي بِهَا، فَرَدُّوا اْلأَمْرَ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ: لاَ عِلْمَ لِي بِهَا، فَرَدُّوا اْلأَمْرَ إِلَى عِيْسَـى فَقَالَ: أَمَّا وَجْبَتُهَا؛ فَلاَ يَعْلَمُهَا أَحَدٌ إِلاَّ اللهُ ذَلِكَ، وَفِيمَـا عَهِدَ إِلَيَّ رَبِّـي عز وجل أَنَّ الدَّجَّالَ خَارِجٌ، قَالَ وَمَعِي قَضِيبَانِ، فَإِذَا رَآنِـي، ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الرَّصَاصُ. قَالَ: فَيُهْلِكُهُ اللهُ.
“Pada malam aku di-Isra’kan ke langit, aku bertemu dengan Ibrahim, Musa, dan ‘Isa.” Beliau bersabda, “Lalu mereka saling menyebutkan tentang perkara Kiamat, selanjutnya mereka mengembalikan perkara mereka kepada Ibrahim, maka beliau berkata, ‘Aku tidak memiliki ilmu tentangnya, kembalikanlah perkaranya kepada Musa.’ Lalu beliau berkata, ‘Aku tidak memiliki ilmu tentangnya, kembalikanlah perkaranya kepada ‘Isa.’ Akhirnya beliau berkata, ‘Adapun kapan terjadinya, maka tidak ada seorang pun yang mengetahui kecuali Allah. Di antara wahyu yang diberikan oleh Rabb-ku Azza wa Jalla kepadaku, ‘Sesungguhnya Dajjal akan keluar.’ Beliau berkata, ‘Dan aku membawa dua pedang. Jika dia melihatku, maka dia akan meleleh sebagaimana timah yang meleleh.’ Beliau berkata, ‘Lalu Allah membinasakannya.” [Musnad Ahmad (V/189, no. 3556), tahqiq Ahmad Syakir, dan beliau berkata, “Isnadnya shahih.”]
Mereka adalah para Ulul Azmi dari kalangan para Rasul, dan mereka tidak mengetahui kapan terjadinya Kiamat.
Isyarat Rasulullah Tentang Dekatnya Kiamat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat tentang dekatnya jarak antara masa beliau diutus dengan hari kiamat melalui sabdanya:
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَيْنِ
“Aku diutus dan hari kiamat itu seperti dua jari ini.” (HR. Bukhari no. 6504 dan Muslim no. 2951, dari Anas bin Malik)
Gambarannya, jari tengah itu adalah umur kehidupan di dunia ini hingga hari kiamat. Sedangkan jari telunjuk adalah lamanya waktu mulai dunia ini ada hingga pengutusan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun jarak pengutusan Nabi kita dengan hari kiamat adalah selisih antara jari tengah dan jari telunjuk. Bandingkanlah umur dunia ini hingga Nabi kita diutus dengan masa setelah Nabi diutus hingga hari kiamat! Jika kita bandingkan, waktu terjadinya kiamat itu sangatlah dekat dengan umat Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam.
Untuk mengetahui berapa tahun lagi hari kiamat kita terlebih dahulu harus tahu berapa tahun sejak Nabi Adam pertama kali diciptakan hingga diutusnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam. Seperti kita ketahui Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam hijrah tahun 622 masehi, sehingga jarak Rasulullah diutus dengan kelahiran Nabi Isa selama 622 tahun. Jarak antara Nabi Isa dan Nabi Musa sekitar 1900 tahun. Jarak Nabi Musa dan Nabi Ibrahim sekitar 545 tahun. Jarak antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Nuh sekitar 1080 tahun. Dan jarak antara Nabi Nuh dengan Nabi Adam sekitar 2241 tahun. Jadi jarak antara Nabi Adam diciptakan hingga Rasulullah di utus adalah: 622+1900+545+1080+2241 = 6388 tahun.
Kalau kita lihat jari tengah setiap orang rata-rata lebih panjang dari jari telunjuk, jadi kalau jari telunjuk itu adalah waktu dari mulai Nabi Adam diciptakan hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus sementara jari tengah adalah jarak antara Rasulullah di utus hingga hari kiamat.
Sekarang kita ukur panjang jari telunjuk laki-laki, seumpama panjangnya antara 7-8cm berarti kita ambil rata-rata 7.5cm, dan jari tengah panjangnya antara 8-9cm berarti kita ambil rata-rata 8.5cm. Kemudian kita rata-ratakan panjang kedua jari telunjuk dan tengah tersebut menjadi 8cm. Seumpama jarak antara ujung jari telunjuk dan ujung jari tengah dalam kondisi lurus normal (tanpa dirapatkan dan tanpa di renggangkan) rata-rata sekitar 2.2cm. Maka 8cm x 6388 tahun = 2.2cm x N tahun, sehingga N = (6388x2.2)/8 = 1757 tahun. Jadi jarak antara Rasulullah shalallahu alaihi wassalam diutus hingga hari kiamat adalah adalah sekitar 1757 tahun. Perlu kita ketahui bahwa saat ini tahun hijriyah sudah berada di tahun 1447 Hijriyah. Sehingga perumpamaan perkiraan hari kiamat adalah 1757-1447 = 310 tahun lagi berdasarkan hadits dua jari. Namun, ini hanyalah ilustrasi dan teori semata, bukan kepastian, Wallahu 'alam bissawab.
Demikian pula dalam hadits lain:
إِنَّمَا أَجَلُكُمْ فِى أَجَلِ مَنْ خَلاَ مِنَ الأُمَمِ مَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعَصْرِ إِلَى مَغْرِبِ الشَّمْسِ
“Sesungguhnya ajal kalian dibandingkan dengan umat-umat sebelum kalian adalah seperti waktu antara shalat ‘Ashar hingga terbenamnya matahari.” (HR. Bukhari)
Umat Islam dalam hadits ini dimisalkan muncul pada waktu ‘Ashar. Sedangkan masa umat-umat sebelum Islam dimulai dari Nabi Adam sebagai nabi pertama hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah rentan waktu antara waktu Shubuh dan ‘Ashar. Adapun rentan waktu umat Muhammad ada hingga datangnya hari kiamat adalah rentan waktu antara ‘Ashar dan Maghrib. Jadi, jika rentan waktu munculnya awal kehidupan di dunia ini hingga datangnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingan dengan masa hidup umat Islam hingga hari kiamat, itu adalah perbandingan yang amat jauh. Sehingga masa umat Islam itu ada hingga hari kiamat datang amatlah dekat.
Kalau kita hitung waktu antara Subuh dan Ashar itu sekitar 11 jam artinya 11/24, sementara waktu antara Ashar dan Maghrib itu sekitar 3 jam artinya 3/24, dari perhitungan diatas bahwa waktu Subuh dan Ashar adalah waktu saat Nabi Adam diciptakan hingga Rasulullah diutus yaitu selama 6388 tahun. Sehingga 11/24=6388 dan 3/24=N. Disederhanakan sama-sama dikali 24 sehingga menjadi 11/6388 = 3/N, sehingga N=(3x6388)/11 = 1742 tahun. Sementara saat ini kita berada di tahun 1447 hijriyah, artinya jarak perumpamaan hari kiamat = 1742-1447 = 295 tahun lagi berdasarkan hadits waktu Ashar hingga terbenam matahari. Namun sekali lagi, semua ini hanyalah pendekatan ilustratif dan bukan ilmu pasti.
Kesimpulan
Dari kedua hadits shahih diatas bisa kita tarik kesimpulan bahwa perumpamaan jarak hari kiamat yang Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam jelaskan adalah sekitar 295 sampai 310 tahun lagi dari tahun 1445 hijriyah saat ini, Apabila kita ambil waktu tercepat yaitu 295 tahun berdasarkan hadits dua jari maka jika kita kurangi dengan 244 tahun sama dengan kira-kira paling cepat 51 tahun lagi tanda awal kiamat baru muncul, tetapi apabila kita ambil waktu terlama yaitu 310 tahun berdasarkan hadits waktu Ashar hingga terbenam matahari maka jika kita kurangi dengan 244 tahun sama dengan kira-kira 66 tahun lagi tanda awal kiamat baru muncul, wallahu 'alam bisshawab jangan dipercaya semua hitungan tersebut, itu semua hanya teori dan perumpamaan yang cenderung bersifat longgar antara 51-66 tahun lagi, bahkan bisa lebih cepat atau bisa lebih lama lagi, hanya Allah yang tahu.
Dari berbagai penjelasan di atas, jelas bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memastikan kapan terjadinya kiamat. Semua perhitungan hanyalah teori dan perumpamaan yang tidak bisa dijadikan pegangan. Wallahu a’lam bisshawab, hanya Allah yang Maha Mengetahui. Yang terpenting bagi kita bukanlah menghitung kapan kiamat terjadi, melainkan mempersiapkan diri menghadapi kiamat kecil, yaitu kematian.Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu bersiap dan memperbaiki diri.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu,
DK
Comments
Post a Comment