Keutamaan Sholat Tahajud: Manfaat, Waktu Mustajab, dan Tips Istiqamah

Keutamaan Sholat Tahajud dan Waktu Mustajab

Sholat Tahajud adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Dilaksanakan di sepertiga malam terakhir, ibadah ini memiliki banyak keutamaan luar biasa. Tidak hanya mempererat hubungan kita dengan Allah, tetapi juga menjadi sarana memohon pertolongan, keberkahan, dan pengampunan-Nya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian, waktu pelaksanaan, keutamaan, manfaat, dan tips istiqamah dalam melaksanakan sholat Tahajud.

1. Pengertian Sholat Tahajud

Sholat Tahajud adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah tidur, di waktu malam, dan sebelum masuk waktu Shubuh. Yang dimaksud tahajjud di sini ada kaitannya dengan kata hajada. Hajada punya dua arti yaitu tidur malam, kadang diartikan juga dengan begadang. Kata hajada ini adalah jenis kata yang disebut adh-daad, yaitu satu kata namun punya dua makna yang kontradiksi. Namun kalau disebut tahajud, maka yang dimaksud adalah bangun dari tidur malam untuk shalat. Pendapat ini dikatakan oleh Al-Aswad, ‘Alqamah, ‘Abdurrahman bin Al-Aswad dan lainnya. Lihat Tafsir Al-Qurthubi, 5:190-191. Allah memuji hamba-Nya yang bangun di malam hari untuk beribadah, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Isra ayat 79:

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat Tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)

2. Waktu Pelaksanaan Sholat Tahajud

a. Waktu Terbaik

Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat Tahajud adalah sepertiga malam terakhir, yaitu kira-kira mulai pukul 02.00 hingga menjelang adzan Subuh. Dari ‘Amr bin ‘Abasah As-Sulami, ia berkata, “Wahai Rasulullah, waktu malam yang mana yang paling utama?”

جَوْفُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَصَلِّ مَا شِئْتَ

“Pertengahan malam yang terakhir, maka shalatlah sesukamu”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Abu Daud, no. 1277 dan Tirmidzi, no. 3579. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)"

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Allah Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malamnya hingga tersisa sepertiga malam yang terakhir, Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, akan Aku ampuni.’” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758)

Menurut ulama Syafi’iyah dan Hanafiyah bahwa kalau malam dijadikan tiga bagian, maka 2/3 malam untuk tidur dan 1/3 malam lagi untuk shalat malam. Kalau dilihat 1/3 malam yang tengah itu lebih afdal untuk shalat malam daripada sepertiga malam pertama dan terakhir. Alasannya, karena pada waktu itu banyak orang yang lalai untuk bangun malam. Sedangkan menurut ulama Malikiyah, yang paling afdal adalah sepertiga malam terakhir.

b. Boleh di Awal Malam

Jika sulit bangun di sepertiga malam terakhir, sholat Tahajud boleh dilakukan setelah Isya dan sebelum tidur. Namun, keutamaannya lebih besar jika dilakukan di waktu mustajab.


عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: أوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلاثٍ، لا أدَعُهُنَّ حَتَّى أمُوتَ: صَوْمِ ثَلاثَةِ أيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata: Kekasihku berwasiat kepadaku dengan tiga hal, aku tidak akan meninggalkannya hingga mati : Berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur setelah shalat witir. (Shahih Bukhari no 1178, ini adalah lafadznya dan Shahih Muslim no 721)
Sholat Tahajud dan Waktu Mustajab

3. Keutamaan Sholat Tahajud

a. Mendekatkan Diri kepada Allah

Sholat Tahajud adalah momen istimewa untuk berdialog dengan Allah ketika kebanyakan orang sedang terlelap.

b. Doa Lebih Mustajab

صحيح مسلم ١٢٥٩: و حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Shahih Muslim 1259: Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] ia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu ia memohon kebaikan kepada Allah 'azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam."

c. Penghapus Dosa

Sholat malam menjadi salah satu amalan yang dapat menghapus dosa dan kesalahan kita di masa lalu.

4. Manfaat Sholat Tahajud

  • Ketenangan hati dan pikiran
  • Kekuatan iman dan semangat hidup
  • Kesehatan jasmani karena bangun di malam hari dan bergerak
  • Kedisiplinan waktu dan pengelolaan diri

5. Tata Cara Sholat Tahajud

  1. Niat sholat Tahajud
  2. Sholat dua rakaat dengan membaca Al-Fatihah dan surat pendek
  3. Minimal dua rakaat, maksimal tidak terbatas (Rasulullah biasa sholat 8 rakaat (tahajud tiap 2 rakaat 1 salam + 3 atau 1 witir)
  4. Hadits Abu Ayyûb al-Anshâri yang berbunyi:

    قَالَ رَسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat Witir wajib bagi setiap muslim. Barang siapa yang ingin berwitir dengan lima rakaat, maka kerjakanlah; yang ingin berwitir tiga rakaat, maka kerjkanlah; dan yang ingin berwitir satu rakaat, maka kerjakanlah!” (HR Abu Dawud, an-Nasâ`i dan Ibnu Mâjah, dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Shahîh Sunan Abu Dâwud, no. 1421).
  5. Akhiri dengan sholat Witir
  6. Hadits Ibnu Umar yang berbunyi:


    عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ قَالَ اجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْراً. متفق عليه

    Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau berkata: “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan Witir”. (Muttafaqun ‘alaihi).

6. Tips Istiqamah Sholat Tahajud

  • Tidur lebih awal agar mudah bangun
  • Pasang alarm atau minta bantuan anggota keluarga
  • Mulai dari jumlah rakaat sedikit, lalu bertambah seiring waktu. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    >إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْلِ فَلْيَفْتَتِحْ صَلاَتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ

    “Jika salah seorang di antara kalian bangun malam, maka bukalah shalat malamnya dengan dua rakaat yang ringan.” (HR. Muslim, no. 768)
  • Baca doa sebelum tidur dan minta kemudahan kepada Allah

Kesimpulan

Sholat Tahajud adalah ibadah sunnah yang penuh keutamaan. Waktu sepertiga malam terakhir adalah saat yang sangat mustajab untuk memohon kepada Allah. Dengan istiqamah melaksanakannya, kita akan merasakan ketenangan hati, penguatan iman, dan keberkahan hidup di dunia maupun akhirat.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Urutan Tanda-Tanda Kiamat Menurut Hadits Shahih dan Perkiraan Rentang Waktunya

Doa Perlindungan Diri Menurut Hadits Shahih